hai, ini adalah tulisan kesekianku yang kubuat sebagai apresiasiku dengan keberadaanku saat ini, yes, seperti judulnya, aku = mahasiswa beruntung HI UNPAD 2010 . tulisan ini kubuat saat menjelang pergantian tahun hehe, walaupun aku masih seumur jagung dengan status baruku ini (mahasiswa HI UNPAD) but aku sangaaaaaaaaaaaat bersyukur, untuk itu, tulisan ini kubuat, have fun :))
31 desember 2010,
12.12 am, Waktu Indonesia Bagian Barat,
Tidak terasa, kurang lebih dua belas jam lagi , menanti disana, tahun baru yang menyimpan banyak misteri, kejutan, kebahagiaan, peristiwa, dan yang lain yaa, dengan berat hati tangisan, masalah, halangan dan rintangan yang tidak seorang pun yang masih hidup saat ini mengetahuinya.
2010,
Bagi kita,
Tahun yang penuh peristiwa: piala dunia, skandal video asusila ariel peterporn, konflik perbatasan Indonesia dan m-alay-sia, bencana alam beruntun di Jogja, Padang, Mentawai, Wasior, dan wilayah-wilayah lainnya, serta, yang terakhir, kegagalan Indonesia merebut piala AFF.
2010,
Bagi kami,
Memberikan banyak sekali kenangan. Cobaan terbesar: Ujian Akhir Nasional, Ujian Mandiri, SNMPTN, dan, akhirnya, dengan bangga memegang ijazah, mengalungkan almamater sekolah dengan mengenakan kebaya dan setelan jas di acara perpisahan sekolah menengah atas atau bahkan di studio foto.
2010,
Bagi mereka,
bukan hanya mimpi buruk, namun kenyataan buruk yang harus dihadapi, ketika mereka tidak mendapatkan surat cinta bertuliskan kata keramat: “LULUS” dan bagi mereka, yang setelah lewat maghrib, namanya tidak muncul di website SNMPTN, dan ujian-ujian mandiri lainnya.
2010,
Bagi saya,
sebuah tahun penuh berkat, masih diizinkan Tuhan bersama-sama dengan keluarga yang lengkap, masih diizinkan Tuhan menjadi siswa SMA kelas Sembilan, masih diizinkan Tuhan mengoleksi buku-buku tebal persiapan ujian, masih mendapatkan kesempatan, masih mendapatkan kesempatan mengikuti serangkaian ujian mandiri, di pilih Tuhan sebagai pemenang kertas bertuliskan “LULUS” itu, di pilih Tuhan sebagai pemenang salah satu kursi di salah satu jurusan terbaik di salah satu universitas terbaik di Indonesia, dipilih Tuhan untuk mendapatkan teman-teman baru, upps, maksud saya, Keluarga baru..
Keluarga baru, HI UNPAD 2010..
Satu semester sudah kesempatan yang diberikan Tuhan itu saya pegang, bersama-sama mereka, manusia-manusia luar biasa, yang datang dari seluruh penjuru nusantara, dari sabang sampai merauke, yang rela berpisah dengan orang tuanya demi bersarang di desa kecil yang bahkan namanya tidak ada di peta Indonesia.
Awal pertemuan, POSTMO CORE 2010..
Walaupun belum saling mengetahui nama depan, di tiga hari itu, kami bersama-sama melewati seluruh rangkaian acara yang cukup menyiksa, dipimpin oleh koordinator komisi disiplin fisip yang –you-know-how-, bertemu untuk pertama kalinya dengan EXACTLY dosen yang WHICH IS gitaris band itu, kuliah dengan menggunakan setelan kemeja dan rok/celana bahan hitam, sama-sama terharu ketika para panitia postmo melebur, dan sama-sama kebingungan dengan peristiwa barikade pertahanan yang terjadi saat pemilihan ketua angkatan.
Kemudian, REFORMIST 2010..
Akhirnya mulai mengakrabkan diri bersama manusia-manusia hebat itu, dengan membawa tas unpad yang sudah-tidak-layak-pakai itu, setiap harinya mengikuti acara ospek jurusan ini yang dipimpin oleh koordinator dewan keamanan yang fortunately, tidak se-you-know-how- yang kemarin. Bekerja sama untuk mengumpulkan potongan-potongan puzzle reformist yang fenomenal itu, bertemu akang teteh panitia sejurusan yang menyenangkan, dan bahkan dalam proses beberapa diantara kami para maba, terkena sindrom cinta lokasi, bersama-sama menyentuh dinding tempat kerja kami di masa depan, Kementrian Luar Negeri. Dan pada akhirnya, mendapatkan ketua angkatan yang luar biasa out of the box, Jawa..
Dan akhirnya, SAAT INI..
Setelah semuanya itu, saya merasa menjadi mahasiswa yang beruntung, bersama-sama mereka, yang ketika tuntutan orang tua untuk kuliah, masih memikirkan bagaimana caranya menyukseskan porang dan makrab angkatan kami, yang pada prakteknya, sama sekali tidak dapat menambah sedikitpun angka dibelakang koma Indeks Prestasi Kumulatif mereka. Mereka, yang dengan tidak tahu malu, menari-nari tidak jelas, menghabiskan sisa suaranya, dan bahkan, dengan rela, mengorbankan waktu malam minggunya hanya untuk mencari dana untuk kesuksesan acara angkatan kami itu.
Bersama-sama menghadapi si super duper aneh bin ajaib, si menyebalkan, si manusia langka, yang hanya satu-satunya di dunia, si penguras emosi, si tukang cari perhatian, si tukang cari masalah, si dasi kupu-kupu, si penjaga perpus kesayangan kita, Jangan Tanya Siapa.
Saya, yang kini, bersama-sama dengan mereka mencari-cari cara untuk dapat mengkhatamkan kitab suci arbay. Dengan mereka, ya mereka, yang memiliki karakter berbeda-beda, yang berbadan besar atau yang kecil, yang tinggi atau yang pendek, yang apatis atau yang sosialis, yang jago debat atau yang pasrahan, yang sering sekali bertanya atau yang sama sekali tidak pernah bertanya, yang hedonis atau yang hemat, yang selalu ngotot atau yang pengalah, yang alay atau yang non-alay, yang kaskuser atau nonkaskuser, yang cinta korea atau yang lebih suka plagiatornya (baca: SM*ASH), yang dekat dengan senior atau yang takut dengan senior, yang jarang kuliah atau yang sangat rajin kuliah, yang kata-katanya tajam atau yang justru lemah lembut, yang sangat sering beli J.CO atau yang tidak, yang kupu-kupu, yang kura-kura, yang kuda-kuda, sampai yang kunang-kunang,
2011,
Bagi saya, bagi mereka, bagi kami dan bagi kita,
Adalah tahun yang baik, tahun yang baik untuk memulai segalanya yang baru,
2011,
Bagi HI UNPAD 2010,
Mudah-mudahan menjadi tahun yang berbahagia, bukan hanya karena akan ada mahasiswa/i baru HI UNPAD 2011, bukan hanya karena tekanan porang dan makrab akan berakhir, bukan hanya karena akan dapat KRS baru, bukan hanya karena kita bukan anak bawang lagi,
TAPI, 2011,
Mudah-mudahan menjadi tahun yang berbahagia karena di tahun 2011 ini, kita masih bisa bersama-sama, menjalankan semua yang belum selesai di tahun 2010, mengejar kelulusan dede ipeh, memeluk IPK diatas tiga, menjadi akang teteh tingkat, naik tingkat tanpa pengulangan mata kuliah, bersama-sama, ya kawan, bersama-sama.
Kawan, ketika kelak datang 2014 mudah-mudahan kita tidak saling melupakan kebersamaan ini,
Kawan, berdoalah supaya kita masih bisa melihat mereka, mereka yang kini duduk di sebelah kiri dan kanan kursi kita untuk kemudian duduk di sebelah kiri dan kanan kita itu lagi di setiap hari-hari kita di tahun 2011, 2012, dan 2013..
Kawan, terimakasih telah menjadikan saya seorang mahasiswa, terimakasih telah menjadikan saya sebagai bagian dari kalian, keluarga HI UNPAD 2010,
Sampai jumpa 2010, selamat datang 2011, kami siap melewatimu,
BERSAMA-SAMA, sekali lagi, BERSAMA-SAMA,
WE’RE TOGETHER MAKING FORWARD STEP, INTERNATIONAL RELATION 2010 , HOLDING HAND TOUCHING THEIR HEART, SHOWING THEM OUR PRIDE, REACH THE WORLD, FOR THE BETTER FUTURE, MAKES OUR DREAM COME TRUE..
Dedeipeh ohh dedeh ipeh, jangan ketemu lagi di 2011 :)
- indri afrianty b- 170210100069 -
31 desember 2010,
12.12 am, Waktu Indonesia Bagian Barat,
Tidak terasa, kurang lebih dua belas jam lagi , menanti disana, tahun baru yang menyimpan banyak misteri, kejutan, kebahagiaan, peristiwa, dan yang lain yaa, dengan berat hati tangisan, masalah, halangan dan rintangan yang tidak seorang pun yang masih hidup saat ini mengetahuinya.
2010,
Bagi kita,
Tahun yang penuh peristiwa: piala dunia, skandal video asusila ariel peterporn, konflik perbatasan Indonesia dan m-alay-sia, bencana alam beruntun di Jogja, Padang, Mentawai, Wasior, dan wilayah-wilayah lainnya, serta, yang terakhir, kegagalan Indonesia merebut piala AFF.
2010,
Bagi kami,
Memberikan banyak sekali kenangan. Cobaan terbesar: Ujian Akhir Nasional, Ujian Mandiri, SNMPTN, dan, akhirnya, dengan bangga memegang ijazah, mengalungkan almamater sekolah dengan mengenakan kebaya dan setelan jas di acara perpisahan sekolah menengah atas atau bahkan di studio foto.
2010,
Bagi mereka,
bukan hanya mimpi buruk, namun kenyataan buruk yang harus dihadapi, ketika mereka tidak mendapatkan surat cinta bertuliskan kata keramat: “LULUS” dan bagi mereka, yang setelah lewat maghrib, namanya tidak muncul di website SNMPTN, dan ujian-ujian mandiri lainnya.
2010,
Bagi saya,
sebuah tahun penuh berkat, masih diizinkan Tuhan bersama-sama dengan keluarga yang lengkap, masih diizinkan Tuhan menjadi siswa SMA kelas Sembilan, masih diizinkan Tuhan mengoleksi buku-buku tebal persiapan ujian, masih mendapatkan kesempatan, masih mendapatkan kesempatan mengikuti serangkaian ujian mandiri, di pilih Tuhan sebagai pemenang kertas bertuliskan “LULUS” itu, di pilih Tuhan sebagai pemenang salah satu kursi di salah satu jurusan terbaik di salah satu universitas terbaik di Indonesia, dipilih Tuhan untuk mendapatkan teman-teman baru, upps, maksud saya, Keluarga baru..
Keluarga baru, HI UNPAD 2010..
Satu semester sudah kesempatan yang diberikan Tuhan itu saya pegang, bersama-sama mereka, manusia-manusia luar biasa, yang datang dari seluruh penjuru nusantara, dari sabang sampai merauke, yang rela berpisah dengan orang tuanya demi bersarang di desa kecil yang bahkan namanya tidak ada di peta Indonesia.
Awal pertemuan, POSTMO CORE 2010..
Walaupun belum saling mengetahui nama depan, di tiga hari itu, kami bersama-sama melewati seluruh rangkaian acara yang cukup menyiksa, dipimpin oleh koordinator komisi disiplin fisip yang –you-know-how-, bertemu untuk pertama kalinya dengan EXACTLY dosen yang WHICH IS gitaris band itu, kuliah dengan menggunakan setelan kemeja dan rok/celana bahan hitam, sama-sama terharu ketika para panitia postmo melebur, dan sama-sama kebingungan dengan peristiwa barikade pertahanan yang terjadi saat pemilihan ketua angkatan.
Kemudian, REFORMIST 2010..
Akhirnya mulai mengakrabkan diri bersama manusia-manusia hebat itu, dengan membawa tas unpad yang sudah-tidak-layak-pakai itu, setiap harinya mengikuti acara ospek jurusan ini yang dipimpin oleh koordinator dewan keamanan yang fortunately, tidak se-you-know-how- yang kemarin. Bekerja sama untuk mengumpulkan potongan-potongan puzzle reformist yang fenomenal itu, bertemu akang teteh panitia sejurusan yang menyenangkan, dan bahkan dalam proses beberapa diantara kami para maba, terkena sindrom cinta lokasi, bersama-sama menyentuh dinding tempat kerja kami di masa depan, Kementrian Luar Negeri. Dan pada akhirnya, mendapatkan ketua angkatan yang luar biasa out of the box, Jawa..
Dan akhirnya, SAAT INI..
Setelah semuanya itu, saya merasa menjadi mahasiswa yang beruntung, bersama-sama mereka, yang ketika tuntutan orang tua untuk kuliah, masih memikirkan bagaimana caranya menyukseskan porang dan makrab angkatan kami, yang pada prakteknya, sama sekali tidak dapat menambah sedikitpun angka dibelakang koma Indeks Prestasi Kumulatif mereka. Mereka, yang dengan tidak tahu malu, menari-nari tidak jelas, menghabiskan sisa suaranya, dan bahkan, dengan rela, mengorbankan waktu malam minggunya hanya untuk mencari dana untuk kesuksesan acara angkatan kami itu.
Bersama-sama menghadapi si super duper aneh bin ajaib, si menyebalkan, si manusia langka, yang hanya satu-satunya di dunia, si penguras emosi, si tukang cari perhatian, si tukang cari masalah, si dasi kupu-kupu, si penjaga perpus kesayangan kita, Jangan Tanya Siapa.
Saya, yang kini, bersama-sama dengan mereka mencari-cari cara untuk dapat mengkhatamkan kitab suci arbay. Dengan mereka, ya mereka, yang memiliki karakter berbeda-beda, yang berbadan besar atau yang kecil, yang tinggi atau yang pendek, yang apatis atau yang sosialis, yang jago debat atau yang pasrahan, yang sering sekali bertanya atau yang sama sekali tidak pernah bertanya, yang hedonis atau yang hemat, yang selalu ngotot atau yang pengalah, yang alay atau yang non-alay, yang kaskuser atau nonkaskuser, yang cinta korea atau yang lebih suka plagiatornya (baca: SM*ASH), yang dekat dengan senior atau yang takut dengan senior, yang jarang kuliah atau yang sangat rajin kuliah, yang kata-katanya tajam atau yang justru lemah lembut, yang sangat sering beli J.CO atau yang tidak, yang kupu-kupu, yang kura-kura, yang kuda-kuda, sampai yang kunang-kunang,
2011,
Bagi saya, bagi mereka, bagi kami dan bagi kita,
Adalah tahun yang baik, tahun yang baik untuk memulai segalanya yang baru,
2011,
Bagi HI UNPAD 2010,
Mudah-mudahan menjadi tahun yang berbahagia, bukan hanya karena akan ada mahasiswa/i baru HI UNPAD 2011, bukan hanya karena tekanan porang dan makrab akan berakhir, bukan hanya karena akan dapat KRS baru, bukan hanya karena kita bukan anak bawang lagi,
TAPI, 2011,
Mudah-mudahan menjadi tahun yang berbahagia karena di tahun 2011 ini, kita masih bisa bersama-sama, menjalankan semua yang belum selesai di tahun 2010, mengejar kelulusan dede ipeh, memeluk IPK diatas tiga, menjadi akang teteh tingkat, naik tingkat tanpa pengulangan mata kuliah, bersama-sama, ya kawan, bersama-sama.
Kawan, ketika kelak datang 2014 mudah-mudahan kita tidak saling melupakan kebersamaan ini,
Kawan, berdoalah supaya kita masih bisa melihat mereka, mereka yang kini duduk di sebelah kiri dan kanan kursi kita untuk kemudian duduk di sebelah kiri dan kanan kita itu lagi di setiap hari-hari kita di tahun 2011, 2012, dan 2013..
Kawan, terimakasih telah menjadikan saya seorang mahasiswa, terimakasih telah menjadikan saya sebagai bagian dari kalian, keluarga HI UNPAD 2010,
Sampai jumpa 2010, selamat datang 2011, kami siap melewatimu,
BERSAMA-SAMA, sekali lagi, BERSAMA-SAMA,
WE’RE TOGETHER MAKING FORWARD STEP, INTERNATIONAL RELATION 2010 , HOLDING HAND TOUCHING THEIR HEART, SHOWING THEM OUR PRIDE, REACH THE WORLD, FOR THE BETTER FUTURE, MAKES OUR DREAM COME TRUE..
Dedeipeh ohh dedeh ipeh, jangan ketemu lagi di 2011 :)
- indri afrianty b- 170210100069 -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar